Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Presiden Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2024 Tumbuhkan Optimisme

Rabu, Mei 08, 2024
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keterangan pers di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT), Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), Selasa, 07 Mei 2024. 

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di Triwulan I-2024 tercatat 5,11 persen secara tahunan (year-on-year).

DEPOK, KepoinAja79.Com – Menanggapi kenaikan terbaru dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,11 persen pada Triwulan I tahun 2024. Apalagi, angka tersebut dicapai saat banyak negara besar mengalami resesi atau penurunan pertumbuhan.

“Negara-negara besar sudah masuk ke jurang resesi, negara lain juga turun growth-nya tapi kita mampu tumbuh di 5,11 persen,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT), Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), Selasa, 07 Mei 2024.

“Ini saya kira patut kita syukuri karena ini banyak didukung oleh konsumsi, tetapi juga didukung oleh investasi yang terus masuk ke negara kita,” tambahnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I-2024 tercatat 5,11 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2015.

Sementara itu, dalam menghadapi isu penutupan beberapa pabrik manufaktur di dalam negeri, Presiden mengakui bahwa fluktuasi semacam ini adalah bagian dari dinamika pasar yang dipengaruhi oleh kompetisi, efisiensi, dan adaptasi terhadap barang-barang baru.

“Kalau masalah ada pabrik yang tutup, sebuah usaha itu naik turun karena kompetisi, karena mungkin efisiensi, juga karena bersaing dengan barang-barang baru yang lebih inovatif,” jelasnya.

Meskipun ada beberapa pabrik yang tutup, Presiden menekankan bahwa secara makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat baik. Hal ini menunjukkan daya tahan dan potensi pasar domestik serta kepercayaan investor.

“Saya kira dua hal itu (konsumsi dan investasi) yang sangat baik,” ucapnya.

Peningkatan pertumbuhan ini menjadi indikasi bahwa meskipun menghadapi tantangan global, Indonesia tetap merupakan ekonomi yang kuat dan terus menarik investasi yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.


Sumber: BPMI Setpres

Triwulan I-2024, Perekonomian di Banten Tumbuh 4,51 Persen

Rabu, Mei 08, 2024

SERANG, KepoinAja79.Com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis Pertumbuhan Ekonomi Banten pada Triwulan I-2024. Hasilnya Ekonomi Banten triwulan I-2024 dibanding triwulan I-2023 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 4,51 persen.

Adapun lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan sangat tinggi, di antaranya meliputi Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 20,63 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,63 persen serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,48 persen.

Lima lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Banten, yang pada triwulan I-2024 ini mengalami pertumbuhan di antaranya adalah Industri Pengolahan sebesar 5,81 persen, Perdagangan Besar dan Eceran  Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 3,32 persen.

Selanjutnya, Konstruksi sebesar 6,75 persen, Transportasi dan Pergudangan sebesar 6,98 persen serta Real Estate sebesar 2,19 persen.

Selain itu, BPS Banten menyampaikan perekonomian Banten berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2024 mencapai Rp211,73 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 Rp130,45 triliun. (*/red)

Apical Berinvestasi US$ 1 Miliar untuk Ekspansi Produk Hilir Minyak Sawit di Dumai, Riau

Selasa, Maret 26, 2024

JAKARTA, KepoinAja79.Com – Apical, pengolah minyak nabati terkemuka dengan jangkauan global yang luas, menanamkan investasi senilai US$ 1 miliar di Dumai, Riau, untuk meningkatkan produksi produk bernilai tambah di Indonesia.

Investasi ini, dimulai sejak akhir 2021, sejalan dengan visi pemerintah Indonesia yang ingin meningkatkan industri hilir, serta menjadi bagian dari rencana ambisius Apical untuk memfasilitasi kolaborasi yang lebih luas bersama mitra-mitra distribusi di dalam dan luar Pulau Jawa, serta mendorong penetrasi pasar lokal.

Langkah ini akan memperluas jaringan distribusi Apical dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Investasi ini memperkuat komitmen Apical dalam mendukung kegiatan bisnis di pasar lokal dan visi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan perkembangan industri minyak sawit. Melalui hilirisasi, kami berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia,” ujar Manumpak Manurung, Head of Government and Industry Relations Apical.

Apical, bagian dari grup RGE yang didirikan Sukanto Tanoto, ingin mempererat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang terdiri atas pemerintah lokal, perusahaan di industri makanan, serta UMKM di seluruh Indonesia.

Lewat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang menghasilkan produk makanan dan berbagai kegiatan yang memakai produk Apical, mencakup sejumlah merek seperti Vitas, Medalia, Camar, dan Harumas.

Apical mendorong pertumbuhan industri makanan dan menyediakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurut Market Development Manager, Apical, George Tjijptamustika, Apical ingin meningkatkan jumlah mitra distributor di Pulau Jawa, serta membuka wilayah distribusi baru di luar Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Dia juga menjelaskan, Apical akan mengkaji strategi harga produk agar semakin banyak konsumen dapat mengakses produk-produknya.

Tentang RGE – www.rgei.com

Berkantor pusat di Singapura, RGE adalah grup usaha manufaktur yang berbasiskan sumber daya alam dengan kegiatan operasional global.

RGE memproduksi serat tekstil natural, minyak makan, kemasan yang ramah lingkungan, serta gas alam bersih yang digunakan untuk membuat berbagai produk yang memasok makanan, pakaian, dan energi bagi dunia.

RGE ikut meningkatkan kehidupan miliaran orang melalui produk berkelanjutan yang dipakai setiap hari.

Dengan aset senilai lebih dari US$ 35 miliar dan 70 ribu karyawan, RGE menciptakan masa depan dengan prinsip daur ulang, material yang terurai di alam, serta jejak karbon yang lebih rendah.

Berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, pelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat, RGE memperjuangkan manfaat positif bagi masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan perusahaan.

Beroperasi di Indonesia, Tiongkok, Brazil, Spanyol, dan Kanada, RGE terus berekspansi dan merambah pasar-pasar baru.

Tentang Apical – www.apicalgroup.com

Apical adalah pengolah minyak nabati terkemuka dengan jangkauan global yang luas. Dengan fasilitas pengilangan yang terintegrasi vertikal, dan proses produksi yang bernilai tambah, Apical menjadi pemasok integral yang menyediakan makanan, pakan ternak, oleokimia, dan bahan bakar terbarukan, termasuk bahan bakar berkelanjutan bagi seluruh industri.

Dengan aset-aset terintegrasi di lokasi strategis yang tersebar di Indonesia, Tiongkok, dan Spanyol, Apical mengelola berbagai fasilitas pengilangan, pabrik oleokimia, pabrik bahan bakar nabati dan terbarukan, serta pabrik penghancur biji buah sawit.

Lewat usaha patungan dan kemitraan strategis, Apical juga memiliki fasilitas pengolahan dan distribusi di Brazil, India, Pakistan, Filipina, Timur Tengah, Afrika, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Pertumbuhan Apical dilandasi aspek keberlanjutan dan transparansi, serta sebuah prinsip utama bahwa Apical dapat membuat dampak positif ketika mengembangkan bisnis dan menyediakan solusi inovatif bagi pelanggan.


Sumber: PRNewswire

Pemprov Banten Antisipasi Disparitas Harga Komoditas Antar Kabupaten/Kota

Senin, Juli 10, 2023

 


SERANG, KepoinAja79.Com - Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan langkah antisipasi terjadinya disparitas harga komoditas antar daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Provinsi Banten terkendali di angka 3,15 persen.

"Ada beberapa hal yang berdasarkan komoditi yang perlu kita sikapi. Mulai dari daging ayam ras, telur, cabe merah, cabe keriting dan bawang putih. Itu yang sedang menjadi pokok perhatian kita," kata Al Muktabar usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Kendari), M. Tito Karnavian secara virtual di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin, 10 Juli 2023.

Dikatakan, langkah-langkah diambil di antaranya melakukan komunikasi kepada para pedagang dan juga peternak daging ayam ras dan telur ayam ras.

"Kita mendapatkan informasi bahwa omset para pedagang itu menurun, dan itu sedang kita dalami apakah dampak kenaikan harga atau faktor-faktor lainya," imbuhnya.

Selain itu, kata Al Muktabar, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengantisipasi terjadinya disparitas harga komoditi.

"Di samping itu juga pada komoditi tertentu yang berbeda harganya antara kabupaten kota kita segera berkoordinasi, khususnya Kabupaten Lebak kemudian Kota Serang dan Kabupaten Tangerang," katanya.

Lebih lanjut, Al Muktabar menuturkan dalam mengantisipasi fluktuatif harga sejumlah komoditi, Pemprov Banten akan melakukan kerjasama dengan daerah-daerah penghasil. Dan meminta PT Agrobisnis Banten Mandiri (PT ABM) untuk dapat mengkomunikasikan kepada pelaku usaha pada sektor pangan.

"Kalau memang terjadi perbedaan yang jauh (harga antar daerah-red) yang   transport sebagai salah satu faktor produksi yang membuat disparitas yang tinggi, Maka kita bisa memberikan subsidi untuk menekan harga yang dekat antara produsen dan konsumen," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso menyampaikan untuk saat ini stok daging ayam ras di Provinsi Banten masih dalam keadaan terkendali.

"Untuk stok aman, memang dengan adanya kenaikan jagung ini berdampak. Karena berdasarkan informasi satgas pangan menyampaikan itu dapat berkontribusi sekitar 70-80 persen," tandasnya. (*/red)

Juni 2023, Inflasi di Banten Terkendali di 3,15 Persen

Selasa, Juli 04, 2023

 


SERANG, KepoinAja79.Com - Berdasarkan Berita Resmi Statistik Provinsi Banten Juni 2023, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten menunjukkan terdapat beberapa sektor yang mengalami peningkatan dibandingkan pada bulan Mei 2023.

Inflasi Provinsi Banten terkendali di angka 3,15 persen, Nilai Tukar Petani (NTP) naik 0,85 persen, serta industri pariwisata naik 45,69 persen.

Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Bambang Widjanarko mengatakan, Inflasi Provinsi Banten secara year on year (yoy) pada Juni 2023 berada pada 3,15 persen atau dibawah angka Inflasi Nasional yang mencapai 4,33 persen.

“Hal tersebut bisa kita lihat secara M-t-M yang menyumbangkan sebesar 0,15 persen dan beberapa komoditas yang terus kita kendalikan. Dimana Provinsi Banten cukup terkendali untuk situasi di bulan Juni ini,” jelas Bambang saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) Provinsi Banten Juni 2023 secara virtual, Senin, 03 Juli 2023.

Menurutnya, ada beberapa komoditas yang memberikan andil terbesar pada Inflasi di bulan Juni 2023 menurut beberapa kelompok pengeluaran secara yoy. Salah satu andil inflasi di antaranya menurut  komoditas barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga pada urutan pertama ditempati oleh bensin sebesar 1,13 persen. 

“Namun demikian, bensin mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dan diikuti oleh cabai merah,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten juga merilis Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Banten pada Juni 2023 yakni sebesar 103,55 atau mengalami kenaikan sebesar 0,85% persen dibandingkan Mei 2023.

Kenaikan tersebut dikarenakan kenaikan Indeks Harga Terima Petani (It) 0,97 persen menjadi 123,23 serta naiknya Indeks Harga Bayar Petani (Ib) 0,12 persen menjadi 119,01.

“Adapun komoditas yang menjadi pemicu bagi indeks yang diterima petani itu gabah, pisang, dan daging ayam ras. Sedangkan untuk indeks harga bayar petani dipicu oleh komoditas ketimun, cabai rawit dan daging ayam ras,” jelas Statistis Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Bambang Widjanarko.

Ia menyampaikan, NTP Provinsi Banten berada di antara Provinsi-Provinsi lain di Pulau Jawa yang pada bulan ini masih relatif rendah. Namun demikian, nilai persentase NTP Provinsi Banten terus naik setiap bulannya.

“Dibandingkan bulan lalu meskipun kita masih berada di posisi ke-5 Provinsi di Jawa kita terus melakukan perubahan sedikit demi sedikit pada nilai NTP yang menyumbangkan 0,85 persen dibandingkan bulan Mei,” jelasnya.

Bambang juga menyampaikan, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) di Provinsi Banten pada bulan Juni 2023 sebesar 105,84 atau naik 0,87 persen dibandingkan bulan Mei 2023. Lantaran Indeks Harga Terima Petani (It) sebesar 123,23 dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 116,52.

“Begitu pula dengan Nilai Tukar Usaha Petani (NUTP) di bulan Juni 2023 mengalami kenaikan. Dimana harga terima petani dipicu oleh komoditas gabah, daging ayam ras dan pisang dan BPPBM dipicu oleh komoditas sewa traktor tangan dan bakalan kerbau (berusia > 12 Bulan),” jelas Bambang.

Ia juga menyampaikan, harga gabah kering panen serta giling di Provinsi Banten mengalami kenaikan pada Juni 2023, dibandingkan bulan sebelumnya, baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan.

“Untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani harga rata-ratanya Rp 5.177 per kilogram atau naik 5,26 persen. Sedangkan gabah kering di tingkat penggilingan harga rata-rata sebesar Rp 5.320 atau naik sebesar 5,49 persen,” jelasnya.

Kemudian untuk gabah kering giling (GKG) di tingkat petani harga rata-rata sebesar 5.660 per kilogram atau naik sebesar 3,61 persen dan di tingkat penggilingan harga rata-data sebesar 5.686 per kilogram atau naik sebesar 3,75 persen.

Sementara itu, perkembangan pariwisata Provinsi Banten tingkat penghunian kamar gabungan pada bulan Mei 2023 mengalami kenaikan sebesar 45,69 persen. Terdapat kenaikan sebesar 7,55 poin dibandingkan pada bulan April 2023.

“Sementara itu jika dibandingkan bulan yang sama di tahun 2022, TPK Banten mengalami Penurunan. Tapi itu sebelum PPKM dicabut,” ungkapnya.

Tidak hanya itu kenaikan sektor pariwisata juga bisa dilihat dari  rata-rata lama tamu menginap. Dijelaskan pada bulan Mei 2023 RLTM mencapai 1,75 hari atau bertambah sebesar 0,15 poin dibandingkan April 2023.

“Hal tersebut artinya ada keseimbangan dari penghunian kamar dan lama menginap yang sama-sama meningkat pada sektor pariwisata ini,” ungkapnya. (*/red)