Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
KepoinAja79.Com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
KepoinAja79.Com
Telusuri
Beranda headline Nasional Kisah John Lie, Tokoh Tionghoa Penyelundup Senjata di Awal Kemerdekaan
headline Nasional

Kisah John Lie, Tokoh Tionghoa Penyelundup Senjata di Awal Kemerdekaan

Admin
Admin
29 Jan, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

JAKARTA, KepoinAja79.Com – Tanpa peran Laksamana Muda Jahja Daniel Dharma atau lebih dikenal John Lie, sejarah Indonesia bisa berbeda sekali dengan yang kita tahu sekarang.

Demikian seperti yang pernah dikatakan Almarhum Laksamana Muda (Purn) TNI Tarmizi Taher dalam suatu kesempatan.

Diketahui, John Lie merupakan satu dari sekian banyak tokoh Tionghoa yang ikut berjuang saat kemerdekaan Indonesia.

Tak hanya dinobatkan sebagai pahlawan nasional, nama John Lie pun turut disematkan pada salah satu kapal perang milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI John Lie (358).

Mengutip buku Tionghoa dalam Sejarah Kemiliteran: Sejak Nusantara sampai Indonesia, karya Iwan Santosa, John Lie merupakan pria kelahiran Manado yang taat beribadah. Ia selalu membawa dua Alkitab di dalam setiap penugasannya.

Di buku itu turut tertulis artikel yang ditulis wartawan Majalah Life, Roy Rowan, bahwa John Lie selalu membawa Alkitab berbahasa Inggris dan Belanda.

Alkitab berbahasa Inggris bahkan selalu dipegang di tangan kanannya, dengan kutipan ayat yang berbunyi "Come to me all ye that labour and are heavy laden and I will give you rest."

Selain itu, ruang kemudi kapal juga dipenuhi dengan tulisan ayat Alkitab. Salah satunya “Run this ship for God, my country and the good of humanity,” tulis Iwan dalam bukunya, mengutip artikel Roy Rowan, edisi 26 September 1949.

Masa Keemasan John Lie

John Lie diketahui memiliki jaringan yang luas di Asia. Bahkan, karena seringnya ia mengarungi lautan Asia, pria asal Manado, Sulawesi Utara, itu dijuluki Hantu Selat Malaka, karena jaringan kerjanya meliputi Filipina hingga India.

Selain itu, John Lie juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Terbukti dengan banyaknya dukungan yang didapat dari orang-orang Amerika, Eropa, dan beragam bangsa Asia yang bersimpati pada kemerdekaan Indonesia.

Pasca-kemerdekaan RI, kiprah John Lie kian terlihat. Saat itu, Indonesia tengah membeli sejumlah kapal cepat dari luar negeri, untuk memasok kebutuhan perlengkapan perjuangan.

John Lie kemudian mengikuti seleksi pelaut yang bertugas memasok kebutuhan itu, dan lolos. Ia akhirnya memimpin kapal cepat bernama “The Outlaw”. Operasi perdana kapal cepat itu melayani rute Singapura - Labuan Bilik dan Port Swettenham.

Pada Oktober 1947, “The Outlaw” memuat perlengkapan militer seperti senjata semi otomatis, ribuan butir peluru, hingga perbekalan dari salah satu pulau di Selat Johor ke Sumatera.

Tiba lah momen memacu adrenalin ketika kapal sampai di Labuan Bilik. Tampak pesawat Belanda terbang rendah berkeliling pelabuhan. Pesawat itu pun meminta “The Outlaw” menjauhi pelabuhan.

Saat itu, John Lie berupaya agar kapal itu tetap bisa bersandar. Caranya, dengan berbohong dan menyebut kapal sedang kandas.

John Lie tidak takut meski di saat bersamaan dua pengarah senjata pesawat sudah siap menarik pelatuk ke arah “The Outlaw”. Namun, ada keajaiban di sana. Pesawat justru menjauh dari “The Outlaw” setelah memutar dan sedikit menukik.

Kesempatan itu digunakan John Lie untuk ke kabin. Di situ, ia mengucap syukur pada Tuhan sembari berlutut. Di dalam kabin kapal itu, dia berdoa karena Tuhan menjadikan “The Outlaw” berwibawa menghadapi pesawat siap tembak tersebut.

Rupanya, belakangan diketahui bahwa alasan pesawat Belanda itu menjauhi “The Outlaw” karena bahan bakar yang mulai menipis.

Meski demikian, kenyataannya John Lie sukses menjalankan misi perdananya. Ia bersama 22 awak kapal lainnya kemudian membongkar muatan senjata dan amunisi. Kemudian, muatan itu diserahkan ke Bupati Usman Effendi serta komandan pejuang setempat, Abu Salam.

Tak sampai situ, “The Outlaw” yang dipimpin John Lie kembali menorehkan kesuksesan dengan banyak keajaiban pada misi-misi selanjutnya.

Roy Rowan pernah mencatat bahwa kapal cepat yang dibeli dari Inggris di Singapura itu pernah ditembaki 60 kali salvo meriam kapal Angkatan Laut Belanda. Meski diketahui, “The Outlaw” sama sekali tidak bersenjata saat itu. Hal ini tak lepas dari kenekatan dan kesalehan John Lie, “The Smuggler With The Bible”.

John Lie pun diberi gelar pahlawan nasional dan Bintang Mahaputera Adipradana pada 2009 di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). John Lie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. (*/red)

Via headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Advertiser

Advertiser

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

PDI Perjuangan Bersama REPDEM Temui Kepala Desa Idaman, Salurkan Bantuan Pascabencana

Admin- Minggu, Januari 18, 2026 0
PDI Perjuangan Bersama REPDEM Temui Kepala Desa Idaman, Salurkan Bantuan Pascabencana
Pandeglang , KepoinAja79 .Com – Wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuan…

Berita Terpopuler

Resmob Polda Banten Gagalkan Peredaran Sepeda Motor Tanpa Surat di Jalur Merak–Bakauheni

Resmob Polda Banten Gagalkan Peredaran Sepeda Motor Tanpa Surat di Jalur Merak–Bakauheni

Selasa, Januari 13, 2026
LSM Laskar NKRI Nilai Penolakan Informasi Proyek Puskesmas Unyur Tidak Sah: Audiensi Diwarnai Sikap Diam Pihak Pelaksana

LSM Laskar NKRI Nilai Penolakan Informasi Proyek Puskesmas Unyur Tidak Sah: Audiensi Diwarnai Sikap Diam Pihak Pelaksana

Rabu, Januari 14, 2026
Curah Hujan Deras Picu Longsor di Kampung Pasir Manggu, Warga Dihantui Kecemasan

Curah Hujan Deras Picu Longsor di Kampung Pasir Manggu, Warga Dihantui Kecemasan

Senin, Januari 12, 2026
Pasca Banjir 3 Hari di Kota Serang – SPPG Kota Serang Walantaka Kalodran dan  Kalodran 2 Bagikan 1.000 Box Makanan Bantu Warga Terdampak

Pasca Banjir 3 Hari di Kota Serang – SPPG Kota Serang Walantaka Kalodran dan Kalodran 2 Bagikan 1.000 Box Makanan Bantu Warga Terdampak

Selasa, Januari 13, 2026
Banjir Kembali Melanda Bumi Kasemen Lestari, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Banjir Kembali Melanda Bumi Kasemen Lestari, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Senin, Januari 12, 2026
Dua SPBU di Lamongan Diduga Jadi Ladang Mafia Solar

Dua SPBU di Lamongan Diduga Jadi Ladang Mafia Solar

Rabu, Januari 14, 2026
Pemuda Pancasila PAC WALANTAKA Ranting Pipitan Gelar Jumat Berkah

Pemuda Pancasila PAC WALANTAKA Ranting Pipitan Gelar Jumat Berkah

Jumat, Januari 16, 2026
Ketua LSM Amok Kritisi Pembangunan Royal Baroe yang Kebanjiran

Ketua LSM Amok Kritisi Pembangunan Royal Baroe yang Kebanjiran

Senin, Januari 12, 2026
 Ka. Lapas Serang Ikuti Panen Raya UPT Pas Se Indonesia

Ka. Lapas Serang Ikuti Panen Raya UPT Pas Se Indonesia

Kamis, Januari 15, 2026
Penampakan Tenda di Lampu Merah  Pasar Induk Caringin, Diduga Jadi Tempat Transaksi Obat Daftar G

Penampakan Tenda di Lampu Merah Pasar Induk Caringin, Diduga Jadi Tempat Transaksi Obat Daftar G

Jumat, Januari 16, 2026

Berita Terpopuler

Resmob Polda Banten Gagalkan Peredaran Sepeda Motor Tanpa Surat di Jalur Merak–Bakauheni

Resmob Polda Banten Gagalkan Peredaran Sepeda Motor Tanpa Surat di Jalur Merak–Bakauheni

Selasa, Januari 13, 2026
LSM Laskar NKRI Nilai Penolakan Informasi Proyek Puskesmas Unyur Tidak Sah: Audiensi Diwarnai Sikap Diam Pihak Pelaksana

LSM Laskar NKRI Nilai Penolakan Informasi Proyek Puskesmas Unyur Tidak Sah: Audiensi Diwarnai Sikap Diam Pihak Pelaksana

Rabu, Januari 14, 2026
Curah Hujan Deras Picu Longsor di Kampung Pasir Manggu, Warga Dihantui Kecemasan

Curah Hujan Deras Picu Longsor di Kampung Pasir Manggu, Warga Dihantui Kecemasan

Senin, Januari 12, 2026
Pasca Banjir 3 Hari di Kota Serang – SPPG Kota Serang Walantaka Kalodran dan  Kalodran 2 Bagikan 1.000 Box Makanan Bantu Warga Terdampak

Pasca Banjir 3 Hari di Kota Serang – SPPG Kota Serang Walantaka Kalodran dan Kalodran 2 Bagikan 1.000 Box Makanan Bantu Warga Terdampak

Selasa, Januari 13, 2026
Banjir Kembali Melanda Bumi Kasemen Lestari, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Banjir Kembali Melanda Bumi Kasemen Lestari, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Senin, Januari 12, 2026
Dua SPBU di Lamongan Diduga Jadi Ladang Mafia Solar

Dua SPBU di Lamongan Diduga Jadi Ladang Mafia Solar

Rabu, Januari 14, 2026
Pemuda Pancasila PAC WALANTAKA Ranting Pipitan Gelar Jumat Berkah

Pemuda Pancasila PAC WALANTAKA Ranting Pipitan Gelar Jumat Berkah

Jumat, Januari 16, 2026
Ketua LSM Amok Kritisi Pembangunan Royal Baroe yang Kebanjiran

Ketua LSM Amok Kritisi Pembangunan Royal Baroe yang Kebanjiran

Senin, Januari 12, 2026
 Ka. Lapas Serang Ikuti Panen Raya UPT Pas Se Indonesia

Ka. Lapas Serang Ikuti Panen Raya UPT Pas Se Indonesia

Kamis, Januari 15, 2026
Penampakan Tenda di Lampu Merah  Pasar Induk Caringin, Diduga Jadi Tempat Transaksi Obat Daftar G

Penampakan Tenda di Lampu Merah Pasar Induk Caringin, Diduga Jadi Tempat Transaksi Obat Daftar G

Jumat, Januari 16, 2026
KepoinAja79.Com

About Us

KepoinAja79.com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: ajakepoin729@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2025 KepoinAja79.Com
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber